Selasa, 6 Januari 2026
Aktivitas masyarakat Kampung Skouw Mabo | TemawoNews 2026
Skouw Mabo adalah ruang hidup yang menyimpan sejarah, adat, dan identitas kolektif masyarakatnya. Namun belakangan, kampung ini juga menjadi potret konflik sosial yang lahir dari perbedaan tafsir adat dan identitas. Adat yang seharusnya mempersatukan justru dipersempit menjadi alat pembeda dan legitimasi kelompok tertentu.
Konflik muncul ketika identitas dipertentangkan secara eksklusif—siapa yang dianggap “asli” dan siapa yang berhak menentukan arah kampung. Ketimpangan akses terhadap tanah, ekonomi, dan pengambilan keputusan memperdalam rasa ketidakadilan. Lemahnya ruang dialog membuat prasangka tumbuh, sementara suara kelompok rentan kerap terpinggirkan.
Akibatnya tidak hanya dirasakan secara sosial, tetapi juga secara kemanusiaan. Kepercayaan antarwarga melemah, trauma sosial muncul, dan pembangunan kampung terhambat. Lebih dari itu, nilai luhur adat ikut terdegradasi ketika digunakan untuk membenarkan diskriminasi.
Solusi tidak cukup dengan penegakan aturan semata. Adat perlu dikembalikan pada roh kemanusiaannya—adil, inklusif, dan melindungi semua. Dialog terbuka yang melibatkan seluruh unsur masyarakat harus dihidupkan kembali, dengan pemerintah kampung berperan sebagai penengah yang netral. Pendekatan pemulihan dan rekonsiliasi berbasis adat menjadi jalan penting untuk menyembuhkan luka sosial.
Skouw Mabo adalah rumah bersama. Masa depannya bergantung pada keberanian untuk menempatkan kemanusiaan di atas ego identitas. Hanya dengan itu, adat dapat kembali menjadi jembatan persatuan, bukan sumber perpecahan.